oleh

Komisi I RDP Terkait Kejelasan Penetapan Negeri Adat di SBB

banner 468x60

PIRU- Komisi I DPRD SBB menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas kejelasan penetapan negeri adat dengan Tim Sembilan yang dibentuk sebagai bagian dari masyarakat adat yakni Tala, Eti dan Sapalewa, Senin(21/6).

Bukan hanya Tim Sembilan yang diundang oleh Komisi I DPRD, Tim Indentifikasi Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang dibentuk Pemdan SBB dan diketuai Sekretaris Daerah Mansur Tuharea, Kadis PMD SBB Moksin Pellu juga diundang namun tidak sempat hadir.

banner 336x280

Dalam rapat pertemuan tersebut , Ketua Komisi I DPRD SBB Jamadi Darman sebagai menjelaskan bahwa, Komisi I akan memanggil ulang Pemda SBB untuk menanyakan kejelasan soal hasil kerja Tim Identifikasi Kesatuan Masyarakat Hukum Adat setelah Komisi Satu melakukan rapat internal.

Sementara dalam hasil pertemuan yang dilakukan di ruang Komisi I DPRD SBB dengan Tim Sembilan, Komisi I akan serius mempresur tuntutan dari Tim Sembilan dimana mereka akan diundang lagi guna membahas langkah selanjutnya.

Hery Patty mengaku kesal dengan kinerja DPRD SBB. Dia menilai Komisi I tidak mampu membawa kepentingan Masyarakat adat.

Tak hanya itu, Patty menuding ada kong kalikong antara Pemerintah Daerah dengan DPRD SBB sehingga soal penetapan Negeri Negeri adat hingga kini terkatung katung.

“Jangan sampai ada kong kalikong antara Eksekutif dan Legislatif hingga soal perda adat dan penetatapan Negeri adat tidak kunjung terselesaikan. Adapa DPRD dan Pemda SBB”, kata Patty.

Sementara itu, Pdt, Dominggus Josef Rissaputy Koordinator Tim 9 meminta dengan tegas Komisi I mempercepat tuntutan mereka karna menurutnya, jika tuntutan mereka dianggap hanya main main maka mereka akan mengepung kantor DPRD SBB dengan jumblah masyarakat yang lebih banyak.

“Pertemuan ini langkah awal, jika Komisi I lambat laun dan main main maka kami selaku masyarakat adat yang merasa dirugikan akan ambil langkhah tegas dengan menghadirkan masa yang banyak”, ujar Rissaputy

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed